Rabu, 22 Desember 2010

Niai Rapot? Apaan tuh?

Tadi disekolah saya telah terjadi sebuah tragedi mirip permen nano-nano manis asem asin karena nilai rapot. Karena peristiwa tersebut saya jadi inget susuatu : berabad-abad lalu seorang teman di sebuah social site pernah bertanya “sebenarnya sekolah itu buat cari nilai atau cari ilmu sih?”

Baca twit itu membuat saya tersenyum seneng. Senyum tersebut bukan senyum yang biasa diberikan oleh seorang siswa yang berhasil menjawab pertanyaan guru kemudian sang guru memberinya nilai + + (baca : pleus pleus, harus pake logat sunda ya bacanya! :D), tapi saya tersenyum karena..... (jujur! butuh beberapa detik buat ngetik kata berikutnya) saya ngerasa seneng bahwa ternyata ada juga di sekolah saya yang sadar akan hal tersebut.


Sebenenya ngjawab pertanyaan itu simpel dan mudah banget. Tapi kalau langsung saya jawab kan gak asyik dan dijamin kalian gak bakalan ngerti jadinya. Ok! Sekarang kita basa-basi dulu.

Menurut pendapat saya ada 4 jawaban yang mungkin (paling asyik kalau udah bilang kata mungkin nih....) akan dikatakan oleh orang yang takut akan kematian. Lho? Lho? Kok jadi nyambung masalah kematian sih? Udah deh diam! kan sekarang saya yang jadi TSnya. Yang baca diem!

Sampai dimana tadi? Tuh kan jadi lupa lagi. Oh iya sampai 4 alasan kenapa orang gak mau mati atau takut mati atau belum mau mati. Berikut alasan tersebut (trus pilih salah satu ya yang kira-kira cocok sama kamu) :

1. saya tidak mau mati/belum mau/takut mati karena saya masih ingin hidup

2. saya tidak mau mati/belum mau/takut mati karena saya masih memiliki tanggu jawab yang besar terhadap orang-orang disekitar saya

3. saya belum mau mati/tidak mau mati/takut mati karena saya masih ingin berbidah kepada Tuhan saya

4. saya tidak mau mati/belum mau mati/takut mati karena saya merasa amal saya masih kurang

Oke? Udah dipilih mana yang sekiranya cocok buat kamu? Sekarang mari kita review jawabannya

Alasan pertama : “saya tidak mau mati karena saya masih ingin hidup” ini adalah jawaban dari orang yang PICIK, SERAKAH atau apalah itu yang intinya menjurus kepada orang yang cinta akan duniawi. Kenapa? Karena ketika ia berkata “saya masih ingin hidup” itu artinya sama saja dengan ia berkata “saya lebih baik hidup di dunia daripada di akhirat”. So, that is a stupid a answer.

Alasan kedua : “saya belum mau mati karena saya masih memiliki tanggung jawab besar kepada orang-orang disekitar saya” Ini adalah jawaban orang yang MUNAFIK dan BODOH. Justru sebaliknya, kalau anda mati justru tanggung jawab anda kepada semua yang ada di dunia ini akan lepas, anda tinggal berhadapan dengan Allah SWT face to face di meja peradilan, kecuali masalah utang-piutan itupun masih bisa dititipin sama kerabat anda yang masih idup.

Alasan ketiga : “saya belum mau mati karena saya masih ingin beribadah kepada Tuhan saya” ini adalah jawaban yang sama seperti nomer satu bedanya kalau nomer satu serakah di dunia kalau nomer tiga serakah di akhirat. Ingat! Kejarlah dunia mu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan kejarlah akhiratmu seakan-akan kamu akan mati esok.

Alasan keempat : “saya belum mau mati karena saya merasa amal saya masih kurang” nah, ini dia alasan yang ada hubungannya sama pertanyaan temen saya tadi. Tahu kenapa hayoh...? okeh, saya terangin dibait (puisi kalee bait :p) berikutnya aja ya?

Menurut pendapat saya, mohon maaf nih ya, jika anda merasa memilih alasan keempat tadi itu artinya anda beribadah di dunia ini karena anda menginginkan surga bukan karena anda beriman pada Allah SWT. Bayangin gini, bos anda nyuruh and buat beli seperangkat semen buat bangun gedung baru terus anda mau aja soalnya nanti kan bisa 'nilep' tuh duit seribu dua ribu. Sekarang bayangin anda jadi bos terus anda tahu kalau ternyata anak buah anda udah 'nilep' sekian ribu. Nah gimana reaksi anda? Itu baru bos yang tingkatnya cuma pemimpin perusahaan apalagi kalau Allah SWT yang tingkatnya tiada tara.

Sebenernya, itu bukan cuma buat si bos marah, tapi itu juga membuat pembangunan tuh gedung bakal terhambat. Sama halnya dengan sekolah itu nyari ilmu atau nyari nilai. Kalau anda nyari nilai, maka selamat anda telah melenceng dari niat anda ketika melangkahkan kaki keluar dari rumah setelah anda mencium tangan orang tua anda, dan mungkin anda tidak akan mati syahid.

Jadi, buat kalian yang ngerasa nilainya jelek atau apalah, jangan kecewa atau bahka nekat sampai bunuh diri. Yang penting, kembali ke niat kalian ke sekolah yaitu untuk “nyari ilmu”. Dan yang harusnya kalian sesali itu adalah “ilmuya udah dapet atau belum” bukan “nilainya bagus atau jelek”.

Jangan patah semangat ya kawan! Salam sayang dari serigala yang salah jalan ^_^

1 komentar:

cecakkejepit mengatakan...

makasi makasi ,,
uda sedikit ngobatin perasaan saya ,,

Posting Komentar